Sugeng Rawuh di Sistem Informasi Pangan Daerah Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen - Bidang Ketahanan Pangan Mencakup tentang 1. Infrastruktur Kemandirian Pangan dan Kerawanan Pangan, 2. Distribusi dan Cadangan Pangan, 3. Diversifikasi dan Keamanan Pangan
← Kembali ke daftar berita

Studi Tiru Pengelolaan Infrastruktur Kemandirian Pangan Lumbu Padi di Yogyakarta

Kategori: Infrastruktur Kemandirian Pangan dan Kerawanan Pangan

Studi Tiru Pengelolaan Infrastruktur Kemandirian Pangan Lumbu Padi di Yogyakarta

Yogyakarta - Kegiatan studi tiru pengelolaan infrastruktur kemandirian pangan menjadi momentum penting bagi rombongan dari Kabupaten Kebumen yang berjumlah 19 peserta, terdiri dari 15 perwakilan kelompok tani dan 4 orang pendamping dari Dinas Pertanian dan Pangan. Kunjungan tersebut dilaksanakan ke Gapoktan Ngestiraharjo yang berlokasi di Desa Ngestiharjo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulon Progo, sebuah wilayah yang dikenal berhasil mengelola infrastruktur pascapanen secara mandiri dan berkelanjutan.

Kehadiran rombongan disambut langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo bersama Ketua serta anggota Gapoktan Ngestiraharjo. Dalam suasana hangat namun sarat pembelajaran, para peserta diajak menelusuri praktik nyata pengelolaan infrastruktur modern seperti vertical dryer dan Rice Mill Unit (RMU) yang telah berjalan efektif di kelompok tersebut.

Menariknya, sesi inti kegiatan justru terletak pada pemaparan langsung dari Ketua Gapoktan yang menyampaikan kisah perjalanan kelompoknya dalam mengelola bantuan unit sarana pertanian. Melalui pendekatan story telling yang lugas dan inspiratif, ia mengungkap bagaimana strategi pengelolaan yang tepat mampu mengubah bantuan menjadi aset produktif yang berkelanjutan. Tidak hanya itu, dipaparkan pula kunci keberhasilan dalam membangun kemitraan dengan Perum Bulog, sehingga hasil produksi dapat terserap dengan baik dan memberikan nilai tambah bagi anggota kelompok.

Studi tiru ini tidak sekadar menjadi ajang kunjungan, namun juga membuka wawasan baru bagi peserta tentang pentingnya manajemen kelembagaan, pemanfaatan infrastruktur secara optimal, serta strategi kolaborasi dalam memperkuat kemandirian pangan. Pengalaman yang diperoleh diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi kelompok tani di Kabupaten Kebumen untuk mengembangkan sistem serupa di daerahnya

Tags: #dipertapakp